Tuesday, November 29th, 2005
Kuingat engkau saat alam begitu gelap gulita,
dan wajah zaman berlumuran debu hitam.
Kusebut namamu dengan lantang di saat fajar menjelang,
dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah.
.
Betapapun kulukiskan kecantikanmu dengan deretan huruf,
keagunganmu tetap meliputi semua arwah.
Engkau tetap yang terindah, sedang semua makna,
akan lebur, mencair, di tengah keanggunanmu,
.
Padamulah sesungguhnya segala keindahan
.
(adapted La Tahzan)
Bks 061105 00.15