Thursday, January 5th, 2006
Cuma kamu, aku, dan mentari siang…
dan panasnya udara Jakarta Kota…
(becak yang berayun, dan senyum pada sebuah cermin)
Cuma kamu, aku, dan mentari yang terbenam…
dan hari yang mulai tua…
(perjalanan pulang, dan harapan semua kembali terulang)
Cuma kamu, aku, dan malam berbintang…
dan gelap yang terasa terang…
(ingat terus tadi siang)
Cuma kamu, aku, dan mentari pagi…
dan sejuknya udara sehabis hujan…
(kaki yang basah, dan tangan yang bergandengan)
tadi, dalam mimpi…
Cuma kamu…
kamu, dan kamu lagi
(sejak itu hingga kini)…
Adakah kau juga begitu…?
