May 1st, 2006 by adikritz

Dan hempaslah aku dengan beliung angin kemarahanmu,
sampai kau cabut akar-akarnya yang menancap dalam hingga ke tulangku,
dan dengan kekuatanmu bakarlah segala apa yang tersisa,
sampai kau remukkan puingnya menjadi abu tak berharga,
dan seretlah aku sampai jauh,
jauh kedalam samuderamu…
Dan aku tak perduli…

(sisakan saja ombaknya untukku…)

Bintaro 230306 22.17

April 12th, 2006 by adikritz

Sejuta teori akan datang dan pergi, sejuta kisah cinta akan datang mengilhami, namun ada satu anak kunci yang akan menetap abadi: Sang Kekasih Hati…

Jika terlintas hasratmu menatap keindahan yang kami puja, lihat ke dalam hatimu dan bayangnya pun kan nyata. Jadikan hatimu cermin dan berkacalah di sana. Temukan keagungan sahabat nan mulia…

Sudahkah kau benar-benar jatuh, wahai yang sedang jatuh cinta? Masih kutunggu engkau di dasar jurangmu sendiri. Di titik engkau akan berbalik, dan benar-benar menjadi pecinta sejati…

(Supernova 1) Bintaro 070306 19.09

March 7th, 2006 by adikritz

Re:lagi norak…(ge-er)

Bila tak pernah ada (maaf) kelembutan yang mengalir indah dari kata-kata puisimu,
lalu apa sebenarnya yang sedang kau pertahankan ini?

Bila tak pernah ada perasaan berbunga-bunga yang kau rasakan,
lalu apa artinya dia untukmu?

Bila tak pernah ada ketenangan di dalam jalan kalian berdua,
lalu apa sebenarnya yang sedang kau coba buktikan?

Bila tak pernah ada kegundahan yang darinya kau dapatkan jawaban,
lalu tak pantaskah aku kau pertimbangkan?

Bintaro 181105 05.24

February 7th, 2006 by adikritz

Gairahku mati…
tak tahu kini harus apa,
tak tahu pula harus kemana…
Karena semua kini terasa biasa-biasa saja
(adakah kau bisa membantuku?)

Gairahku mati…
tak tahu nanti bagaimana,
ataupun harus jadi apa…
Karena yang kutahu sudah tak ada artinya
(adakah kau gairah baruku?)

Gairahku mati…
(harap cuma mati suri)
Tapi ini sudah lama sekali,
kemarau pun sudah tiga kali
Haruskah ada satu kali lagi?
Atau dua kali? Tiga kali?

Gairahku mati…
tapi belum dikremasi.
(harap kamu jawaban semua ini)
adakah kau mau perduli…?

Bintaro 050206 00.14

January 5th, 2006 by adikritz

Cuma kamu, aku, dan mentari siang…
dan panasnya udara Jakarta Kota…
(becak yang berayun, dan senyum pada sebuah cermin)

Cuma kamu, aku, dan mentari yang terbenam…
dan hari yang mulai tua…
(perjalanan pulang, dan harapan semua kembali terulang)

Cuma kamu, aku, dan malam berbintang…
dan gelap yang terasa terang…
(ingat terus tadi siang)

Cuma kamu, aku, dan mentari pagi…
dan sejuknya udara sehabis hujan…
(kaki yang basah, dan tangan yang bergandengan)

tadi, dalam mimpi…

Cuma kamu…
kamu, dan kamu lagi
(sejak itu hingga kini)…

Adakah kau juga begitu…?

Bks 010106 01.25
(Thanks to CP’05)Ad_hw

December 28th, 2005 by adikritz

Semesta seperti berkomplot setiap kuarahkan langkahku kepadamu,
Atau kaukah semesta itu,
(tak inginkanku berlari menujumu?)
saat semua terasa saru…
dan saat kudatang, kau baru saja pergi…

Bintaro 281205 08.07

December 27th, 2005 by adikritz

dan saat kau temukan kedamaian
didalam keteduhan hati yang galau

dan saat kau temukan kerinduan
di dalam kebencian rasa sayang

dan saat kau temukan kekuatan
di dalam relung hati yang terluka

t’lah kau temukan cinta sejatimu

Bks 030202

December 23rd, 2005 by adikritz

Biarkan aku cepat tertidur hari ini,
karena ingin kubawa salam terakhirnya…
dalam mimpi…

Berikan aku mimpi indah malam ini,
karena ingin kubawa dirinya…
walau hanya sampai pagi…

dan biarkan aku terbangun dengan ingatanmu masih di kepala ini,
karena aku ingin bawa ini…
sampai malam bertemu lagi…

Bintaro 081205 22.46

December 15th, 2005 by adikritz

Ingin kukecup engkau

di dalam kening penuh sayang…

dengan wajahmu

di dalam genggaman kedua tangan…

hingga menetes air mata kita

berlinangan…

ungkapkan haru…

(tak tertahankan)

Bintaro 301105 05.00

December 13th, 2005 by adikritz

Hentikan aku
agar tak terlalu sakit jadinya…

Obati lukaku
agar dapat kukejar kembali
(dirimu sekali lagi)

Dan kali ini biarkan aku terjatuh
dan tak bangun lagi…
di pangkuanmu
‘tuk terakhir kali…

Anugerah 130401 22.45